Kamis, 08 Januari 2009

ZAT MENGKHAWATIRKAN DI BALIK MAKANAN INSTANT

Hampir di tiap harinya terlihat para waitress yang disibukkan dengan antrian panjangnya melayani para customer di berbagai restoran cepat saji, khususnya pada akhir minggu. Dari segenggam burger, seporsi french fries ukuran large, ayam goreng crispy atau original, hingga berbagai jenis minuman soda.

Harus diakui, berbagai jenis makanan ini memang sukar sekali untuk dihindari menjadi salah satu makanan favorit baik bagi anak kecil hingga para orang dewasa, bahkan dapat dikategorikan sebagai makanan segala umur. Bagaimana tidak, bukan hanya mudah ditemui di berbagai tempat seperti mall, dan penyajiannya yang cepat, rasa yang memukau begitu memikat dan melekat dilidah, bahkan dapat dianggap mengikuti gaya kehidupan yang modern dikarenakan berasal dari luar negeri, juga menjadi sederetan alasan mengapa makanan ini dapat dijadikan sebgai pilihan andalan.

Terlebih seperti kita ketahui sendiri seperti apa budaya bangsa kita ini, dimana selalu bersifat konsumtif terhadap segala sesuatu yang bersala dari luar negeri khususnya dari daerah Eropa dan Amerika. Mulai dari restoran cepat saji milik sang colonel, restoran dengan icon si badut berambut kribo, ayam goreng dengan bumbu dari daerah texas, hingga fried chicken dengan cita rasa ala California, memang selalu mengalahkan kepopuleran berbagai restoring yang menawarkan menu dengan mempedulikan kesehatan.

Tidak bisa disalahkan juga bila banyak dari anak-anak saja sekarang sudah memiliki kecendrungan sebagai pecinta makanan cepat saji tersebut yang dapat di kategorikan sebagai makanan sampah, bahkan dapat pula dikatakan hingga ketagihan. Karena tak jarang pula malah para orang tua mereka yang mengenalkan bahkan seperti membiasakan mengajak anak-anak mereka untuk menyerbu restoran cepat saji ini pada saat berada di pusat perbelanjaan bila perut telah terasa lapar.

Padahal menurut DR Dr saptawati Bardasono, MSC, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), makanan cepat saji atau instant ini dapat dikonotasikan sebagai makanan yang kualitas gizinya rendah atau juga makan sampah. Dimana tanpa disadari banyak sekali penyakit-penyakit dari yang hanya sekedar merasa pusing-pusing yang menjadikan awal mula pertanda dari serangkaian penyakit biasa hingga kronis seperti obesitas, jantung, tekanan darah tinggi, dan banyak sekali penyakit membahyakan lainnya hanya karena diakibatkan oleh kecendrungan mengkonsumsi makanan jenis ini.

Sebagai makanan yang dapat dikategorikan menjadi makanan sehat sebaiknya memiliki kandungan atau komposisi gizi yang berimbang, ungkapnya lagi. Bukannya seperti zat – zat yang terkandung dalam makanan instant. Memang jenis makanan itu tetap terkandung seperti protein, lemak, sumber zat besi, vitamin B yang dibutuhkan tubuh, namun yang menjadi bahaya dikarenakan jumlah yang disediakan jauh melebihi yang dibutuhkan oleh tubuh, bahkan bagi yang di perlukan oleh pria dewasa, apalagi bagi anak-anak tentu sangat melebihi batas normal. Selai itu pula jenis makanan cepat saji ini begitu padat kalori dan lemak, dipenuhi oleh bumbu –bumbu dengan kadar garam yang tinggi dan juga kandungan zat MSG yang tak kalah banyaknya. Belum lagi bila didalamnya terdapat zat – zat pengawet dengan porsi banyak. Sungguh mengkhawatirkan bagi kesehatan tubuh bukan? Maka dari itu mulailah dari sekarang untuk berfikir lebih jika hendak mengkonsumsi makanan cepat saji dalam kapasitas yang sring dan dalam jumlah porsi yang besar.

Hadyanni Prasasta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar